December 12, 2017

Menegakkan Lamin Adat Dayak di Mahakam Ulu

Agus Wibowo


Lamin Adat Kampung Mamahak Teboq
Salah satu yang dikenal dari masyarakat suku Dayak di Kalimantan Timur adalah Lamin Adat atau rumah lamin. Rumah ini dikenal sebagai rumah panggung kayu yang tinggi dan panjang, yang bisa dihuni oleh beberapa keluarga. Rumah panjang yang dibangun dengan kayu ulin atau kayu besi ini bahkan ada yang dihuni oleh 100 orang. Meskipun begitu lamin adat tidak selalu tinggi, besar dan panjang yang bisa menampung beberapa keluarga. Hanya saja lamin adat memang merupakan bangunan yang selalu ada di di kampung atau desa di masyarakat dayak.
Dari beberapa kampung di Kecamatan Long Hubung dan Kecamatan Apari Kabupaten Mahakam Ulu, ada juga lamin adat yang tidak terlalu besar meskipun termasuk bangunan terbesar di kampung. Secara fisik, Lamin Adat bisa dikenali dari ornamen yang kelihatan dari luar, yaitu adanya ukiran atau patung kayu di bagian depan atau di kiri kanan tangga untuk naik ke Lamin Adat. Patung atau ukiran ini merupakan simbol perlindungan atau penjagaan dari gangguan atau serangan gaib kepada warga.
Merapalkan doa di tiang pancang utama Lamin Adat
Eksistensi Lamin Adat sangat penting bagi masyarakat Dayak, termasuk yang di Kalimantan Timur. Selain merupakan bangunan pertama yang dibangun, Lamin Adat juga segera "ditegakkan" jika mengalami kerusakan. Contoh tentang hal ini terjadi Kampung Tiong Ohang di Kecamatan Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu. Bangunan kayu besar di kampung yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah serta dekat dengan Kalimantan Barat dan perbatasan dengan Malaysia ini terbakar pada tahun 201x. Masyarakat segera mengumpulkan dana dan mendirikan kembali Lamin Adat mereka. Pendirian kembali Lamin Adat dilakukan dengan didahului upacara adat dan dikerjakan melalui gotong royong.
Gotong Royong Menegakkan Lamin Adat
Unsur utama yang ditegakkan adalah tiang pancang utama yang terbuat dari kayu ulin besar dan berukir pada bagian atasnya. Tiang berbentuk gelondongan kayu ini merupakan tiang utama rumah lain yang terbakar. Sebelum ditegakkan, tiang pancang utama atau soko guru dan lubangnya dibacakan mantra dan disiramkan air doa.
Penegakkan tiang utama Lamin Adat dilakukan secara gotong royong, melibatkan kaum laki-laki maupun perempuan. Setelah tiang utama ditegakkan, proses konstruksi Lamin Adat dilanjutkan yang dikerjakan oleh ahli-ahli atau tukang kayu.

Dewan Adat
Lamin Adat tidak terpisahkan dengan dewan adat yang selalu ada di kampung-kampung masyarakat adat. Berdasarkan naskah profil kampung di Kabupaten Mahakam Ulu, ada Dewan Adat yang beranggotakan 5 orang. Keberadaan Dewan Adat ini sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Mahakam Ulu, sehingga disahkan dengan Surat Keputusan Bupati. Selain berperan dalam pelaksanaan upacara adat, Dewan Adat juga memegang peran penting dalam peradilan adat, terutama untuk upaya resolusi jika terjadi konflik.
Pembangunan Lamin setelah Tiang Utama Ditegakkan
Ada beberapa upacara adat yang kuat dijalankan oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Timur, ada upacara kelahiran, perkawinan sampai upacara kematian. Ada juga upacara untuk mulai menanam dan memanen padi -dan banyak upacara adat lainnya.
Dalam upacara adat pertanian, sosok bangsawan mempunyai posisi penting dalam masyarakat adat. Tokoh yang dalam Bahasa Dayak disebut sebagai Sufii ini mempunyai posisi istimewa di saat mulai menanam padi maupun di saat memulai panen. Penanaman padi yang disebut nugal dimulai dengan gotong royong menanam padi untuk Sufii kemudian dilanjutkan dengan menanam padi secara bergiliran untuk petani lainnya. Pada saat panen pun hampir serupa. Awalnya padi dipanen sedikit lalu dimasak untuk upacata adat, kemudian dilanjutkan dengan panen atau ngotom secara gotong royong bergiliran sampai selesai.
Model ritual adat yang melibatkan sosok sufii ini dipraktekkan di kampung-kampung wilayah dataran rendah seperti di Kecamatan Long Hubung maupun di wilayah hulu yang berbukit di Kecamatan Long Apari. Di kampung-kampung selevel desa di jantung Borneo ini memang adat dijunjung tinggi. Bukan sekedar sebagai upacara melainkan juga untuk membangun sinergi sosial dan harmoni dengan alam.

Kehidupan masyarakat Dayak di hulu Sungai Mahakam memang sangat penuh tantangan alam, karena di kelilingi hutan luas dan menggantungkan akses pada aliran sungai, yang sering deras, banyak riam dan batu yang berbahaya. Bahaya yang bisa mendatangkan keindahan bagi para petualang yang menyukai tantangan alam dan ingin mengenal adat.

November 10, 2017

Misteri Hari Pahlawan 10/11 yang Tepat di Hari Proklamasi Majapahit

Agus Wibowo

Tugu Pahlawan Surabaya (Wid)
Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan dan Hari Jadi Kota Surabaya, serta Hari Jadi Kerajaan Majapahit pada tahun 1293. Tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan merujuk pada perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang terjadi di Surabaya tiga bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Perang ini terjadi antara Pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Inggris melawan puluhan ribu pemuda dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat yang berkumpul di Surabaya. 

Perang terjadi setelah pihak sekutu mengancam akan membumi hanguskan Surabaya apabila semua laskar bersenjata di Surabaya tidak menyerahkan senjata yang dirampas dari Pasukan Jepang. Ancaman yang disebar melalui pesawat udara tidak digubris, bahkan Bung Tomo membakar semangat pemuda Surabaya untuk terus melawan. 

Karena ancaman tidak dituruti, Pasukan Sekutu menyerang dengan semua kekuatan, mengebom dari kapal yang merapat di muara Kali Mas, menurunkan pasukan tank, serta pasukan infantri bersenjata lengkap. Ribuan pemuda tewas dalam peristiwa ini. Laskar dan pemuda di Surabaya tidak sanggup memberikan perlawanan berarti karena senjata terbatas, berupa senjata rampasan dari gudang Jepang, golok, pedang maupun bambu runcing.
Sebagian besar pemuda yang terlibat dalam perang Surabaya adalah santri dari pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat yang digerakkan oleh para Kiai yang patuh kepada Kiai Haji Hasyim Asyari. Perang habis-habisan pada 10 November 1945 ini memunculkan pertanyaan karena ternyata bertepatan dengan hari proklamasi Kerajaan Majapahit pada tahun 1293.  Meskipun proklamasi Kerajaan Majapahit dilakukan di Tarik dekat Mojokerto, wilayah Surabaya juga menjadi ajang pertempuran antara pasukan Raden Wijaya dan Aria Wiraraja dengan Pasukan Mongol yang dikirim Dinas Yuan dari China. 

Pertanyaan berikutnya "Apakah para Kiai NU tahu bahwa tanggal 10 November adalah “hari jadi Majapahit” dan karenanya berusaha membuat peristiwa besar di hari tersebut? Sepertinya tidak. Dari film "Sang Kiai" tanggal 10 November 1945 tidak dipilih secara sengaja mengaitkan dengan 10 November 1293. Dalam film diceritakan bahwa Bung Tomo menginginkan penyerangan ke Pasukan Sekutu dilakukan pada 8 November, tapi Kiai Hasyim meminta untuk menunggu Kiai Abbas yang datang dari Buntet Cirebon.

Ketika Bung Tomo bertanya “Mengapa harus menunggu Kiai Abbas?” Kiai Hasyim menjawab “..kamu akan kalah jika perang tanggal 8 November. Menunggu mbah Abbas karena beliau orang yang tidak pernah tidur di malam hari, karena hatinya takut putus hubungan dengan Allah. Doanya makbul”.

Perang tidak terjadi pada 8 November dan tidak juga terjadi pada 9 November, melainkan pada 10 November 1945. Kalau 10 November bukan dipilih oleh komandan pasukan republik maupun para Kiai, bisa jadi tanggal 10 November dipilih oleh Pasukan Sekutu. Kemungkinan ini lebih masuk akal, karena Pasukan Inggris tahu lebih banyak tentang sejarah Pulau Jawa, karena mereka pernah menugaskan Stamfor Raffles sebagai Gubernur Jenderal wilayah Jawa dan Sumatera di tahun 1811 sampai tahun 1816. 

Selama menjalankan tugas di Pulau Jawa, Raffles sangat berminat pada sejarah Pulau Jawa. Ia menyusuri prasasti-prasasti yang ada di Pulau Jawa termasuk di Jawa Timur. Bebeberapa prasasti bahkan dibawa ke India untuk dibaca oleh ahli huruf Palawa dan bahasa Sanskrit, kemudian menerbitkan The History of Java. Di kemudian hari ia membawa beberapa ahli sejarah, diantaranya J. Brandes yag menterjemahkan Kitab Pararaton dan H. Kern yang menterjemahkan Kitab Negarakertagama. Pada dua kitab tersebut diperoleh informasi tentang 10 November 1293. Informasi dari Raffles yang mantan gubernur jenderal di Pulau Jawa bersifat A1 dan sangat penting. Pertanyaan berikutnya, "Mengapa 10 November 1293 yang penuh kemenangan dan kejayaan dijadikan moment penghancuran dan pralaya agung di Surabaya?” Tidak ada yang tahu pasti.

Bisa jadi pasukan sekutu yang dipimpin Inggris ingin mengecilkan dan menindas kebanggaan 10 November 1293. Tapi tekat pemuda, para kiai dan santri tidak patah oleh ancaman kematian massal demi mempertahankan kemerdakaan. Bagaimana pun darah yang tumpah di Surabaya pada 10 November 1945 makin menyuburkan semangat Indonesia untuk tetap merdeka dan tetap berdaulat. Semangat Hari Pahlawan dan Selamat Hari Jadi Kota Surabaya.***


November 09, 2017

Prasasti Sojomerto dan Eksistensi Wangsa Syailendra di Jawa

Agus Wibowo

Salah satu prasasti paling tua yang ditemukan di daerah Jawa Tengah adalah prasasti baru yang ditemukan di Kabupaten Batang, yaitu prasasti yang berangka tahun 602 saka atau 680 masehi, yang dikenal sebagai Prasasti Sojomerto. Dinamakan demikian karena prasasti ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Jawa Tengah. Bisa dikatakan ini merupakan prasasti tertua yang ditemukan di Jawa Tengah. Prasasti dalam lempeng batu ini memiliki lebar 43 cm, tinggi 78 cm dan tebal 7 cm. Naskah yang dipahat di batu ditulis dalam aksara Jawa Kuno sepanjang 11 baris, tapi dalam bahasa Melayu Kuno.

Prasasti diawali dengan sembah dan puja kepada para dewa, terutama Dewa Siwa, kemudian dilanjutkan dengan identitas yang membuat prasasti, yaitu Dapunta Syailendra. Ada tiga orang lain yang disebut oleh Dapunta Syailendra, yaitu ayahnya yang bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati dan istrinya bernama Sampula.

November 07, 2017

Hari Jadi Kabupaten Tuban dan Kepahlawanan Ranggalawe

Agus Wibowo

Tuban sudah dikenal sebagai daerah pelabuhan sejak masa Kerajaan Singasari, tapi Pemerintah Kabupaten Tuban menetapkan tanggal 12 Agustus 1293 sebagai hari jadi Kabupaten Tuban. Mengapa tanggal tersebut yang dipilih?

Dalam sejarah kejatuhan Kerajaan Singasari di tahun 1292 sampai berdirinya Kerajaan Majapahit pada 10 November 1293, Ranggalawe menunjukkan pengabdian dan kesetiaannya kepada Raden Wijaya. Ketika Raden Wijaya diperintah oleh Kertanegara untuk menumpas kerusuhan di utara Singasari Ranggalawe yang mengawal. Ketika Raden Wijaya berusaha membebaskan putri-putri Kertanegara yang ditawan oleh pasukan Jayakatwang, Ranggalawe juga yang ikut mengamuk. Ranggalawe juga yang mengusulkan Raden Wijaya pergi ke Sumenep untuk meminta perlindungan pada ayahnya, Aria Wiraraja.

November 02, 2017

Keindahan Puja Puji di Jaman Baheula

Agus Wibowo

Bahkan durjana takut berbuat jahat takut akan keberaniannya. Dewa-Bhatara (yang) lebih khayal dari yang khayal, tapi tampak di atas tanah. Begitu salah satu pujian Mpu Prapanca kepada Raja Hayamwuruk. 

"Kid jaman now" punya gaya dan bahasanya sendiri untuk memberi apresiasi. Meskipun begitu nenek moyang menyediakan banyak stok gaya jika si kid mulai mati gaya dengan gayanya sendiri. Salah satu sumber dari masa lalu adalah Kitab Negarkertagama, karya Mpu Prapanca yang didentifikasi oleh Profesor Slamet Mulyana sebagai seorang pembesar urusan agama Budha bernama Dang Acarya Nadendra. Kitab ini cenderung diingat berkaitan dengan wilayah kekuasaan Majapahit yang seluas Nusantara dan juga tentang Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Gajahmada.

October 28, 2017

Kotak Pandora Raffles dan Sumpah Pemuda



89 Tahun Sumpah Pemuda

Agus Wibowo


28 Oktober diperingati sebagai hari Sumpah Pemuda di Indonesia. Al kisah, pada 1928 beberapa organisasi pemuda lintas suku, agama dan organisasi kepemudaan lain mengadakan konggres di Jakarta dan mendeklarasikan Sumpah Pemuda. Mereka berikrar berbangsa satu, bertanah air satu dan menjunjung bahasa persatuan yaitu Bahasa Indonesia.
Peta Indonesia/Badan Iinformasi Geospasial
Beberapa pemuda yang terlibat diantaranya: Soenario dari Madiun, Johanes Leimina dari Ambon, M. Yamin dari Minagkabau, Amir Syarifudin Harahap dari Pemuda Batak, serta Muhammad Roem, AK Gani, Sie Kong Liong, Mangunsarkoro, Singodimejo dan banyak lagi termasuk Kartosuwiryo. Konggres ini melanjutkan konggres tahun 1926 di mana Mohammad Yamin mulai mengusulkan penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

October 27, 2017

Peradaban Arab dari pra-Islam, Kekhalifan, Hingga Kejayaan Turki Utsmani



Agus Wibowo

Judul Buku: The History of Arab . Penulis: Philip K. Hitti. Halaman 981 + ix, Penerbit: Serambi Jakarta, 2006. Terbit pertama 1937.

Hingga pertengahan abad 19, masyarakat dunia belum menyadari bahwa bahasa Assyiria, Babilonia, Ibrani, Aramaik, Arab dan Etiopia memiliki kesamaan yang menakjubkan dan karenanya dianggap berasal dari rumpun yang sama. Beberapa kesamaan diantaranya semuanya memiliki akar kata kerja terdiri dari 3 konsonan, hanya mengenal dua penunjuk waktu yaitu telah dan sedang, dan perubahan kata kerja mengikuti pola yang sama. Fakta ini memunculkan pertanyaan "Di mana tempat asal bangsa ini?" 

Ada kelompok ilmuwan punya teori bahwa mereka berasal dari Afrika Timur ada juga yang berteori bahwa mereka berasal dari Mesopotamia. Teori bahwa mereka dari Mesopitamia dianggap Philip K. Hitti sebagai bertentangan dengan hukum sosiologi di mana masyarakat bergerak dari masyarakat pertanian menjadi nomaden. Teori Afrika Timur justru memunculkan banyak pertanyaan daripada menjawab. Penulis buku ini menganggap teori bahwa mereka berasal dari jazirah Arab lebih masuk akal.