July 03, 2016

Pemberontakan Lembu Nambi – 1316

Gus Bowii

Pemberontakan Nambi bermula dari perjalanannya mengunjungi orang tuanya Sang Pranaraja, yang berkuasa di wilayah timur Majapahit berpusat di Lumajang. Pemberian wilayah otonom ini merupakan bagian dari perjanjian antara Raden Wijaya dengan Aria Wiraraja sebagai imbalan apabila penguasa Sumenep tersebut bisa membantu Raden Wijaya mengalahkan Jayakatwang. Aria Wiraraja berhasil meyakinkan Jayakatwang untuk mengijinkan Raden Wijaya membuka Hutan Tarik sebagai kawasan berburu. Para putra Aria Wiraraja menjadi pasukan Raden Wijaya dan berhasil mengalahkan Jayakatwang, mengusir Tentara Mongol, sampai mendirikan Kerajaan Majapahit di wilayah hutan Tarik di Trowulan.

Sesampai di Lumajang, Aria Wiraraja yang sakit keras sudah meninggal. Nambi memutuskan tinggal lebih lama dan mengirim utusan ke Majapahit untuk menyampaikan kabar. Sri Jayanegara, pengganti Raden Wijaya yang juga baru meninggal, mengirim utusan untuk menyampaikan bela sungkawa. Nambi ternyata tinggal di Lumajang lebih lama lagi, sehingga memunculkan kecurigaan di Majapahit, sampai beredar kabar bahwa Nambi membangun kekuatan untuk memberontak kepada Majapahit.

Raja Jayanegara akhirnya mengirim pasukan yang dipimpin Mahapati untuk menumpas Pemberontakan Nambi. Meskipun melakukan perlawanan pasukan dan basis kekuatan Nambi di istana lumajang dihancurkan.

Peristiwa yang terjadi di tahun 1316 ini, menurut Pararaton merupakan hasil rekayasa pejabat kepercayaan Jayanegara, yaitu Mahapati. Kunjungan Patih Nambi ke Lumajang adalah usulan Mahapati yang memberi tahu bahwa Jayanegara kurang suka dengan dengan Nambi –tidak seperti Raden Wijaya yang baru digantikannya. Keputusan Nambi menambah cuti juga atas usulan Mahapati waktu menjadi utusan Majapahit untuk menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Aria Wiraraja. Ulah Mahapati juga yang menyampaikan laporan kepada Jayanegara bahwa Nambi akan melakukan pemberontakan, sampai Jayanegara memutuskan untuk menumpas pemberontakan Nambi dan menunju Mahapati sebagai pemimpin pemberontakan.

Setelah penumpasan pemberontakan Nambi, Mahapati diangkat menjadi Mahapatih Majapahit menggantikan Nambi. Dalam prasasti Tuhanyaru (1323) diketahui setelah tewasnya Nambil, yang menggantikannya adalah Mahapati dengan gelar Dyah Halayudha. ***