July 03, 2016

Pemberontakan Lembu Sora – 1301

Gus Bowii

Enam tahun setelah Pemberontakan Ranggalawe, kondisi Majapahit tenteram tanpa gejolak. Hal ini karena Pembunuhan Mahisa Anabrang oleh Lembu Sora menjadi rahasia dan tidak ada yang berani mengungkit. Mahisa Taruna, anak Mahisa Anabrang, yang masih kecil dijadikan anak angkat oleh permaisuri Rajapadni dan tinggal di Istana Majapahit. Baru di tahun 1301, skandal yang terjadi di Kali Tambak Beras tersebut mulai menjadi desas-desus di istana. Anak Mahisa Anabrang yang mulai besar mulai bertanya-tanya tentang ayahnya, dan ada yang menyampaikan peristiwa pembunuhan ayahnya oleh Lembu Sora.  

Mahisa Taruna atau Adityawarman yang makin sering bertanya-tanya membuat desas desus tentang pelanggaran etika oleh Lembu Sora semakin besar. Pelaku pembunuhan Mahisa Anabrang dari belakang oleh anggota pasukan sendiri, menurut kitab Kutaramanawa, bisa dikenakan hukuman mati. Mengetahui kondisi yang makin panas, Raden Wijaya memanggil Lembu Sora yang makin terpojok. Lembu Sora yang menjadi Patih di Daha akhirnya datang ke Istana Wilwatikta bersama pasukan.

Hanya saja, kedatangan Lembu Sora bersama rombongan pasukanya besar ini dicurigai sebagai pemberontakan. Sesampai di gerbang istana, Lembu Sora disambut pasukan pengawal istana yang menyatakan bahwa Raja tidak mau menerima Lembu Sora. Terjadi perselisihan yang cepat berkembang menjadi pertempuran di depan istana. Lembu Sora dan pasukannya tewas ditumpas oleh pasukan istana.

Kitab Pararaton mulai menyebut peran Mahapatih yang berperan penting dalam peristiwa Lembu Sora. Dikisahkan bahwa dialah yang mulai membuka rahasia dan menyebarluaskan pembunuhan Mahisa Anabrang oleh Lembu Sora secara curang. Mahapati pula yang memberitahu Mahisa Taruna atau Adityawarman sehingga terus bertanya kepada ibunya yang merupakan adik istri Raden Wijaya dan juga kepada ibu angkatnya yang merupakan permaisuri raja. Disebutkan bahwa Mahapati pula yang menyampaikan kepada Raden Wijaya bahwa Lembu Sora berniat memberontak, sehingga diputuskan untuk menumpas di depan istana.***