October 24, 2017

Pulau Jawa dalam Pengaruh Empat Peradaban Dunia

Agus Wibowo


Buku Nusa Jawa Silang Budaya merangkul keseluruhan sejarah Pulau Jawa sambil menganalisis unsur-unsur dasar kebudayaannya. Dalam hal ini Profesor enis Lombard merintis sebuah pendekatan baru yag sangat orisinil, dengan mengamati berbagai lapisan budaya, mulai dari yang tampak nyata sampai yang terpendam dalam sejarah. Setiap lapisan budaya diuraikan sejarah perkembangannya dan juga unsur masyarakat yang mengembangkannya. Buku ini menyajikan unsur-unsur budaya modern sebagai hasil dari pengaruh Eropa, kemudian unsur budaya yang terbentuk sebagai dampak dari hubungan dengan Cina dan kedatangan Islam, dan di lapisan paling dalam unsur budaya yang dipengaruhi oleh peradaban kerajaan-kerajaan lokal yang menganut sistem religi dari India.
Bagi penulis, budaya masyarakat Pulau Jawa dibedah secara berlapis-lapis seperti mengupas bawang merah. Dalam hal ini, Pulau Jawa dan kepulauan nusantara pada umumnya, telah menjadi sebuah persilangan budaya beberapa peradaban penting dunia, yaitu: Eropa di permukaan, Cina dan Islam di lapisan berikutnya, serta kerajaan-kerajaan konsentris dengan pengaruh India di lapisan dalamnya. Empat peradaban tersebut bertemu dan diterima di Pulau Jawa, kemudian diolah, bahkan dikembangkan dan diperbarui. Semuanya mempunyai pengaruh yang nyata dalam kehidupan di masyarakat, mewujud dalam nilai-nilai, teknologi, maupun dalam kehidupan bernegara, dalam proses politik –khususnya relasi saling pengaruh dalam pembuatan kebijakan.  

Sesuai dengan lapisan-lapisan yang mempengaruhi budaya masyarakat di Pulau Jawa, buku ini dibagi ke dalam tiga jilid, yang merepresentasikan tiga bagian, yaitu: 1. pengaruh Eropa dalam buku “Batas-batas Pembaratan” , 2. pengaruh Asia, khususnya pengaruh dari Cina di Utara maupun pengaruh dari Islam yang berkembang pesat di masyarakat Melayu yang muncul mulai abad 15. 3. pengaruh kerajaan-kerajaan yang pernah berkembang di Pulau Jawa, terutama kerajaan-kerajaan di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang menyebarkan pengaruh Hindu dan Budha dari India.

Dalam buku pertama dengan sub-judul Batas-Batas Pembaratan, Denys Lombard membahas tentang pengaruh dari peradaban Eropa yang cukup panjang di masa kolonialisme oleh Belanda mulai abad 16, yang hadir melalui VOC, Pemerintahan Belanda di bawah kendali Perancis tahun 1808 sampai 1811, Pemerintahan Inggris di tahun 1811 sampai 1816, kemudian Pemerintahan Belanda lagi sampai Indonesia Merdeka. Penulis mengidentifikasi tiga kelompok masyarakat yang membawa pengaruh kebudayaan Eropa di masyarakat Jawa, yaitu: para priyayi, tentara dan akademisi, dan komunitas Kristen. Pengaruh yang sangat kuat dan masih eksis hingga kini, diantaranya berkaitan dengan teknik ekonomi dan kependudukan, teknik pembinaan masyarakat, cara berpakaian, tingkah laku dan bahasa, serta jargon dan fakta politik –yang dibawa bersama dengan ideologi yang tumbuh di masyarakat Eropa seperti Kapitalisme, komunisme dan lain-lain.

Buku kedua dengan sub judul Jaringan Asia, Denys Lombard mengidentifikasi pengaruh peradaban yang berasal dari Cina, India dan Islam di Pulau Jawa. Hal ini terutama dari terbentuknya bandar-bandar di pesisir yang menjadi persimpangan dan tumbuhnya komunitas Cina dan Muslim, sampai terbentuknya beberapa kesultanan di Pulau Jawa yang berjaya di abad 16 sampai 18. Dari peradaban muslim, penulis mengidentifikasi tiga pengaruh besar dalam kebudayaan masyarakat di Pulau Jawa, yaitu terbentuknya masyarakat jenis baru yang setara, munculnya pengertian pribadi, dan berkembangnya pemikiran ruang geografis dan kesadaran waktu yang linear. Dari komunitas Cina, pengaruh pada kebudayaan masyarakat di Pulau Jawa berupa teknik-teknik yang menguntung dan meningkatnya selera kenyamanan. Pengaruh ini tampak dari teknik pertanian, baik dalam budi daya maupun pengolahan, serta peralatan rumah tangga berupa meja kursi, piring, gelas, dan peralatan lain yang meningkatkan selera kenyamayan masyarakat Jawa.

Di buku ketiga, dengan sub Judul Warisan Kerajaan-Kerajaan Konsentris, Denys Lombard mengkaji peranan kerajaan-kerajaan yang pernah berkembang di Pulau Jawa, yaitu mulai dari kerajaan Mataram di Jawa Tengah, munculnya kerajaan di Jawa Timur dengan puncaknya Kerajaan Majapahit kemudian bergeser lagi ke Jawa Tengah berupa Kerajaan Mataram. Di bagian ini, penulis banyak menyoroti tentang nilai-nilai masyarakat yang hierarkis yang menempatkan “Raja Sebagai Poros Dunia” dan “Kota Sebagai Mandala”. Secara waktu, penulis memulai rentang waktu dari pembentukan kekuasaan Raja Jawa yang Lamban, sampai munculnya elit di pedesaan hingga saat ini.

Empat peradaban yang mempengaruhi kebudayaan di Puau Jawa ini, pengaruhnya masih eksis hingga kini dan mempunyai peran dalam kehidupan sosial, ekonomi dan politik. Relasi saling mempengaruhi maupun saling bertentangan di Pulau Jawa ini bisa menjadi contoh atau model dalam berbagai soal metode sejarah, yaitu tentang konsep ruang dan jaringan, pertentangan antara pedalaman dan pesisir, dan tentang konsep persilangan budaya. Bisa jadi Denys Lombard betul, setidaknyanya masyarakat di Pulau Jawa tidak merepresentasikan entitas dominan yang menyingkirkan entitas lain, melainkan menampakkan hidupnya pengaruh Barat, Islam, Cina, dan Kerajaan-kerajaan konsentris yang masih punya pengaruh, meskipun eksistensinya fisiknya minimal.