April 07, 2017

Indonesia: Negara Republik dengan 1000 Monarki

Gus Bowii
Indonesia kini menjadi salah satu negara berbentuk republik dengan level demokrasi yang cukup baik, setidaknya diakui oleh negara lain dan jika dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, maupun Afrika. Warga negara mempunyai hak dan ruang yang besar untuk terlibat dalam menentukan arah politik negara. Rakyat bisa memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat secara langsung, baik di MPR RI, DPR RI, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota. Mulai tahun 2005, rakyat Indonesia memilih kepala negara secara langsung. Bukan cuma itu, masyarakat sipil sebagai warga negara juga dijamin haknya untuk terlibat dalam pembuatan kebijakan negara, baik di level nasional maupun daerah. Ada UU yang menjamin masyarakat terlibat di dalam perencanaan dan penganggaran daerah (UU No. 25 tahun 2004) dan UU yang menjamin masyarakat untuk terlibat di dalam pembentukan peraturan perundang-undangan (UU No. 11 tahun 2012).

Tidak cukup sampai di situ, demokrasi di Indonesia juga ditopang oleh kebebasan pers, yang berkembang pesat sejak akhir tahun 1990-an. Pers di Indonesia bahkan menguat di hadapan negara seperti menjadi antitesis dari kondisi pers di masa Orde Baru dimana pers sangat lemah di hadapan negara. Kebebasan pers ini makin mantap karena ada keterbukaan informasi publik, dimana masyarakat sipil (termasuk pers) bisa mengakses dokumen kebijakan lembaga publik negara untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Lengkap sudah: bisa pilih langsung wakil rakyat dan pemimpin, berhak terlibat dalam pembuatan kebijakan dan berhak tahu.
Meski begitu, demokrasi yang berjalan di Indonesia tidak lepas dari bayang-bayang dan fakta eksistensi dan sejarah monarki di Indonesia. Sejarah Indonesia penuh dengan fakta dan kisah kehidupan kerajaan-kerajaan yang hidup dan berkuasa di wilayah Nusantara yang jadi Indonesia kini. Dari Abad 5 sampai menjelang Indonesia Merdeka banyak kerajaan yang berkuasa di Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, Kepulauan Maluku sampai Papua. Ada kerajaan yang wilayah kekuasaannya sampai lintas laut dan pulau seperti Sriwijaya, Singasari dan Majapahit, ada pula kerajaan yang berkembang dalam lingkup terbatas, dalam sebuah pulau atau dalam teritori sebuah daerah sebesar kabupaten atau kecamatan. Di masa kemerdekaan, beberapa kerajaan bahkan menjadi penopang awal negara Republik Indonesia, baik melalui dukungan dana, sumberdaya maupun politik.
Kini pun masih cukup banyak entitas monarkhi yang masih hidup, baik manifes sebagai kerajaan lengkap dengan istananya, maupun eksis secara sosial dan politik. Entitas dan eksistensi kehidupan kerajaan ini dalam beberapa hal mempunyai pengaruh kongkret dalam dinamika politik di Indonesia, baik di level nasional maupun terutama di daerah. Di level nasional, masih cukup banyak wakil rakyat yang adalah keluarga kerajaan atau monarkhi di daerah.
Menimbang fakta dan realitas keberadaan dan pengaruh kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia, Blog ini akan didedikasikan untuk menampilkan kerajaan-kerajaan yang pernah ada dan masih ada di Indonesia, beserta pengaruhnya. Baik pengaruh dalam politik maupun pengaruh dalam bentuk persepsi di masyarakat yang bisa mempengaruhi arah politik. Profil tokoh penting juga akan ditampilkan di sini, baik raja, patih, pejabat, panglima maupun pemberontak yang pernah eksis. Blog ini juga akan berusaha menampilkan beberapa bukti otentik sejarah keberadaan kerajaan-kerajaan di wilayah nusantara, diantaranya prasasti, kitab, catatan perjalanan maupun kidung dan cerita panji, juga naskah perjanjian. Bukti-bukti otentik ini disajikan agar bisa menjadi fakta pembanding atau rujukan untuk menilai kisah berbasis fakta dan yang berdasarkan analisis belaka.

Selamat membaca.