April 23, 2017

Memburu Harta Karun Jenghis Khan

Judul Buku: Treasure of Genghis Khan. Penulis: Clive Cussler dan Dirk Cussler. Penerbit: Dastan Books, Jakarta. Cetakan: Februari 2008

Dari padang savana Gobi di balik daratan China Jenghis Khan membangun kekaisaran maha raksana yang membentang dari sisi barat Samudra Pasifik sampai Laut Kaspia di Eropa. Ke arah barat pasukan Mongol menaklukkan beberapa wilayah Eropa dan ke Arah selatan pasukan Mongol yang dipimpin Hulagu Khan berhasil menguasai Jazirah Arab dengan menaklukkan Kekhalifan Abasyah yang berpusat di Bagdad. Di sisi timur ke selatan, pasukan Mongol berhasil menguasai daratan China seteleh menembus tembok raksasa dan juga menguasai semenanjung Korea. Di daratan China bangsa Mongol mendirikan Dunasti Sun yang dipimpin Kaisar Kubilai Khan.
Buku ini mengisahkan salah satu ekspansi Dinasti Sun ke Kepukauan Jepang pada abad 13. Dari 2 ribu lebih pasukan laut kekaisaran Mongol di China yang melakukan ekspansi ke Jepang, novel ini menceritakan sebuah kapal yang dipimpin oleh Temur berkebangsaan Mongol, yang memimpin pasukan yang mayoritas berkebangsaan China dan menumpang kapal perang yang dikendalikan seorang nahkoda berkebangsaan Korea. Ratusan ribu pasukan yang diangkut ribuan kapal yang siap mengganyang Jepang gagal total karena dihantam badai yang menenggelamkan lebih dari dua ribu kapal dan seratus ribu lebih pasukan hilang. Kapal pasukan Temur menjauh dari pantai selamat dan terdampar di sebuah pulau. Temur berhasil kembali ke Shanghai 13 tahun kemudian, setelah berlayar dengan kapal bekas milik penduduk pulau kemudian ditolong kapal besar saudagar dari Timur Tengah. 
Buku ini ditulis oleh duet bapak dan anak, yaitu Clive Cussler dan anaknya Dirk Cussler. Dua penulis ini sangat dikenal dengan kisah-kisah misteri berbasis sejarah tokoh dan bangsa besar yang pernah berkuasan di bumi.
Setelah kisah petualangan Temur di abad 13, novel ini berpindah ke kisah petualangan seorang peneliti yang mencari harta karun Jenghis Khan, yang bisa membuatnya bisa mengembangkan kekuasaan sampai ke Asia Tengah, Eropa, Jazirah Arab, dan juga Daratan Cina sampai wilayah daratan Asia Tenggara di Indo China. Begitu kembali ke daratan China, Temur diberi kesempatan menghadap Kubilai Khan yang sudah sakit-sakitan, sampai kemudian Kubilai Khan wafat dan jasadnya dimakamkan di wilayah Mongolia yang dilakukan secara rahasia bersama barang berharga, selir dan para pengikutnya, termasuk pekerja yang menggali makamnya. Jejak makam diinjak-injak oleh seribuan kuda sehingga rata dan tidak menyisakan tanda untuk ditemukan. 
***
Kisah berpindah ke masa 7 abad kemudian ketika pasukan Jepang mulai menyerang Daratan China. Seorang arkeolog Inggris yang melakukan penggalian di Shangtu pada Agustus 1937 menemukan kotak kayu yang diduha berisi diagram yang menunjukkan lokasi Jenghis Khan yang sangat dirahasiakan. Sayangnya arkeolog ini tewas karena pesawat yang ditumpanginya ditembak jatuh oleh pesawat militer Jepang. Rahasia harta karun yang terkubur bersama Jenghis Khan batal terbongkar.
Kisah sesungguhnya dalam novel ini terjadi pada tahun 2007 di Siberia Rusia sampai Ulan Batur di Mongolia. Dikisahkan bahwa tim survey minyak yang melakukan eksplorasi di Danau Baikal diamuk badai, diselamatkan oleh Dirk Pitt, tapi kemudian mereka diculik. Kejadian ini mengawali munculnya seorang bangsawan Mongolia yang ingin membangkitkan kejayaan nenek moyangnya, yaitu Jenghis Khan. 
Perburuan ini berhasil menemukan makam Jenghis Khan yang tersembunyi setelah pencarian dilakukan menggunakan teknologi seismik yang bisa menciptakan efek gempa bumi dahsyat. Jasad Jenghis Khan dimakamkan kembali di tempat yang rakyat Mongolia bisa memberikan penghormatan, tapi banyak harta karun yang hilang dari areal dimana jasad Jenghis Khan ditemukan. Dibutuhkan kekayaan negara yang sangat besar untuk mengembalikan harta karun Jenghis Khan. Kini, ancaman pencurian juga bisa terjadi pada harta karun yang ditimbun bersama makam Kubilai Khan. Di makam pendiri Dinasti Yuan ini harta karun yang tersimpan kemungkinan jauh lebih besar, karena Kubilai Khan memimpin di puncak kejayaan dan mempunyai kekuasaan di daerah yang jauh lebih luas.