April 08, 2017

Mpu Sindok, Raja Medang Pendiri Wangsa Isyana

Gus Bowii



Mpu Sindok adalah pendiri dan sekaligis menjadi raja pertama Kerajaan Medang yang didirikan kembali di Jawa Timur. Setelah mengalami pelemahan akibat letusan Gunung Merapi, Kerajaan Medang Wangsa Sanjaya menghadapi serangan dari pasukan wangsa Syailendra, kekuatan Kerajaan Sriwijaya yang menduduki wilayaj utara Jawa bagian tengah. Serangan ini menewaskan Raja Rake Sumba Dyah Wawa yang berkuasa selama satu tahun pada 927 - 928. Mpu Sindok memimpin keluarga Kerajaan Medang melakukan eksodus ke arah timur dan membangun komplek istana di Tamwlang di Jombang. Istana Tamwlang ini dinyatakan di Prasasti Turyyan yang ditemukan di Kecamatan Turen Kabupaten Malang. Karena mudah diserang melalui Kali Brantas Mpu Sindok kemudian memindahkan pusat Kerajaan Medang ke wilayah Watan di daerah Maospati Magetan. 

Mpu Sindok berhasil mengatasi serangan-serangan yang dilakukan oleh pasukan Syailendra yang berkuasa di Jawa tengah. Dari prasasti yang dibanggunnya, Kerajaan Medang bisa dipertahankan karena adanya dukungan dari desa-desa yang ada di daerah Nganjuk maupun kerajaan kecil lain yang ada di Jawa Timur. Salah satunya adalah Prasasti Anjukladang yang dibuat sebagai penghargaan kepada warga desa Anjukladang yang menjadi pusat pertahanan Pasukan Medang dari Pasukan Syailendra.
Prasasti Anjukladang
Latar belakang Mpu Sindok sebelum menjadi raja Kerajaan Medang bisa dilihat dari Prasasti Sangguran dan Prasasti Pucangan. Dalam Prasasti Sangguran yang dibangun oleh Raja Medang Rakrian Dyah Haji Balitung, yang ditemukan di  Malang, Mpu Sindok tercatat sebagai Mahamenteri I Hino. Dalam Prasasi Pucangan yang dibangun oleh Raja Erlangga, Mpu Sindok disebut sebagai pendiri Kerajaan Medang. Di Kerajaan Medang yang didirikan di wilayah timur Jawa, penerus Mpu Sindok dikenal sebagai Wangsa Isyana. Hal ini bisa dilihat dari gelar Mpu Sindok sebagai Raja Medang, yaitu Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isanawikrama Dharmottunggadewa 

Setelah wafat tahun 947 Mpu Sindok digantikan oleh menantunya Sri Lokapala suami putrinya Sri Isanatunggawijaya, kemudian cucunya Makuthawangsawardhana. Kerajaan Medang mencapai masa kejayaan di masa Raja Keempat, yaitu Darmawangsa Teguh (991-1016).