April 11, 2017

Prasasti Adan-Adan, Jejak Raden Wijaya di Bumi Angling Darmo Bojonegoro

Gus Bowii


Prasasti Adan-Adan dibuat atas perintah Raden Wijaya sebagai peneguhan augerah sima perdikan atau swatantra kepada seorang pendeta yang telah berbakti dengan setia kepada Raden Wijaya dan mengikuti semua penderitaan Raden Wijaya waktu menjadi menjadi pelarian, membuka hutan Tarik sebelum kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit dan menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana. Penderitaan yang dialami oleh pendeta yang mengikuti Raden Wijaya ini digambarkan dengan “mengenakan pakaian yang dibuat dari kulit kayu, tetap bertingkah laku susila dan taat menjalankan ibadah.

Prasasti Adan-Adan berupa lempeng tembaga sebanyak 17 lempeng, yang ditemukan di Desa Mayangrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2 Maret 1992. Semua lempeng prasasti memiliki panjang 37,5 cm, lebar 12 cm dan tebal 4 mm. Saat ini Prasasti Adan-Adan disimpan di Museum Mpu Tantular, Kabupaten Sidoarjo. Prasasti ini dibuatkan replika yang disimpan di Museum Rajekwesi Kabupaten Bojonegoro.
Selain berisi pemberian anugerah sima perdikan, prasasti ini juga menerangkan struktur jabatan tinggi di Kerajaan Majapahit, para istri, serta dana dan gelar raja pertama Majapahit, yaitu: sebelum menjadi raja bernama Nararya Sanggrama Wijaya dan setelah jadi raja bergelar Kertarajasa Jayawardhana. Selain itu ditulis juga gelarlainnya sebagai Sri Jayakatyengrajati-ripujaya yang berarti penghancur raja Jayakatyeng atau Jayakatwang.