April 08, 2017

Prasasti Jaring yang Dibangun Berdasarkan Janji Raja Sebelumnya

Gus Bowii

Prasasti ini dibuat oleh Sri Kroncaryadipa Bhuwanapalaka Parakrama Anindita Digjaya Uttunggadewa Sri Gandra yang naik tahta menggantikan ayahnya Sri Aryeswara pada tahun 1181. Prasasti ini dibangun oleh Raja Sri Gandra untuk mengukuhkan pemberian anugrah sima kepada penduduk Desa Jaring yang telah dijanjikan oleh raja sebelumnya Sri Aryeswara. Anugrah sima perdikan dijanjikan karena penduduk Desa Jaring banyak membantu Sri Aryeswara dalam merebut kembali kekuasaan dari Sri Sarweswara yang merebut kekuasaan dari Sri Jayabaya.

Dalam buku Sejarah Nasional Indonesia (2010:290-291), Prasasti ini memuat keterangan tentang penduduk Desa Jaring tua dan Jaring muda yang telah menghadap raja dengan perantara Senapati Sarwwajala (Panglima Angkatan Laut), memberitahukan bahwa bahwa mereka telah memperoleh anugrah dari raja yang terdahulu (sang atita prabhu) yang belum terkabulkan. Permohonan ini dikabulkan karena Raja Sri Gandra.
Prasasti Jaring dibuat dari batu andesit dengan tinggi 170 cm, lebar 72-91 cm dan tebal 43 cm, saat ini masih ditempatnya yaitu di Dukuh Jaring, Desa Kembang Arum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Prasasti ini ditemukan oleh Thomas Raffles ketika melakukan penyusuran ke situs-situs kerajaan di Jawa, termasuk menyusuri hutan di daerah Lodaya.