April 11, 2017

Prasasti Terep dan Rahasia Pemindahan Istana Kahuripan

Gus Bowii

Beberapa bulan setelah masa pelariannya, Airlangga menyatukan pasukan dan pengikut Kerajaan Medang untuk membangun kembali pusat kerajaan di Watan Mas yang terletak di Lereng Gunung Penanggungan, di Wates Kabupaten Mojokerto. Dari lereng Gunung Penanggungan, Airlangga memperluas pengaruhnya dengan mengajak kerajaan-kerajaan bawahan Kerajaan Medang untuk kembali bersatu dan melakukan peperangan untuk penaklukan.


Prasasti Terep yang dibuat oleh Airlangga pada tahun 1032 menceritakan terjadinya penyerangan istana Watan Mas di Lereng Gunung Penanggungan. Serangan ke Watan Mas ini merupakan serangan balasan yang dilakukan oleh Ratu Dyah Tulodong yang memimpin sebuah kerajaan di Tulungagung. Serangan ini membuat istana Watan Mas Hancur, Airlangga melarikan di ke Desan Patakan kemudian membangun kembali pusat pemerintahan di Kahuripan di daerah  Sidoarjo. Di istana baru yang terletak dekat dengan Kali Brantas ini, kerajaan yang dipimpin oleh Airlangga mulai dikenal sebagai Kerajaan Kahuripan.


Airlangga kemudian berhasil menaklukan Ratu Dyah Tulodong yang bersedia menjadi sekutu Kerajaan Kahuripan. Dengan dukungan pasukan Dyah Tulodong dan pasukan dari kerajaan-kerajaan lain termasuk Kerajaan Wengker di Ponorogo, Airlangga melakukan serangan besar-besar ke Kerajaan Lawram yang dipimpin Aji Wurawari. Kemenangan Airlangga terhadap Kerajaan Lawram ini diabadikan dalam Kakawin Arjuna Wiwaha yang ditulis oleh Mpu Kanwa atas permintaan Airlangga.