April 11, 2017

Prasasti Turyyan Tunjukkan Kota Pertama Kerajaan Medang di Jawa Timur

Gus Bowii

Karena bencana letusan Gunung Merapi dan serangan dari Wangsa Syailendra yang menewaskan Raja Medang, keluarga dan pengikut Kerajaan Medang melakukan migrasi besar-besaran ke arah timur Pulau Jawa dipimpin Mpu Sindok, yang menjabat Mahamentri Hino sejak Rakryan Watukura Haji Balitung menjadi Raja Medang. Berdasarkan Prasasti Turyyan, pusat Kerajaan Medang yang baru di bawah pimpinan Mpu Sindok ada di Tamwlang, diperkirakan di Tembelang, Kabupaten Jombang. Hal ini bisa dilihat pada kalimat “Sri maharaja makadatwan i tamwlang”.


Prasasti Turyyan dikenal juga dengan sebutan Prasasti Watu Godeg karena ditemukan Kampung Godeg Kelurahan Tanggung, Kecamatan Turen Kabupaten Malang, dalam bentuk lempeng batu setinggi 130 cm, lebar 118 cm dan tebal 21 cm, yang masih berdiri di tempatnya. Prasasti Turyyan dibangun sebagai pengukuhan atas pemberian tanah oleh Mpu Sindok kepada kepada tokoh Desa Kulawara untuk mendirikan bangunan suci. Naskah dalam prasasti ini ditulis bolak-balik, di bagian depan terdiri dari 43 baris dan di bagian belakang terdiri dari 32 baris. 

Dari Dari hasil riset JG de Casparis dalam tulisannya  “Where Was Pu Sindok’s Capital Situated?” diketahui struktur Kerajaan Medang yang terdiri dari Rakai, Rakryan, Samgat, Pu, Sang Dyah, dan Si.  Mpu Sindok menjadi Raja Medang sebagai pendiri Wangsa Isyana, seperti bisa dilihat pada gelarnya “Sri Maharaja Rakai Hino Sri Isanawikrama Dharmottunggadewa”.