April 27, 2017

Ritual Susuk Wangan Kearifan Lokal Masyarakat Kendal yang Tersembunyi

Agus Wibowo

Masyarakat Kabupaten Kendal punya agenda wisata menarik di tiap bulan Maret, yaitu upacara atau ritual Susuk Wangan. Ritual ini tepatnya dilaksanakan di Desa Gondang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Dalam rangkaian ritual, masyarakat memakai pakaian adat dan makan bersama secara adat juga di atas lembar daun pisang utuh yang dijajar memanjang. Selain mengetahui local wisdom, masyarakat atau wisatawan bisa mendapatkan moemnt-moment bagus yang menarik untuk dipotret, divideokan maupun untuk selfie. 

Lokasi Upacara di Sungai Legok, Wangan Tukung
Masyarakat Desa Gondang Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal punya upacara adat untuk menjaga kualitas daya dukung lingkungan alam bagi kehidupan masyarakat. Salah satu yang dilaksanakan pada 10 maret 2017 adalah susuk wangan. 
Doa Persiapan Upacara





Ritual ini dilakukan untuk memastikan air bisa mengalir dari mata air melalui wangan atau sungai yang mengaliri sawah dan kebun. Bersihnya saluran air dari mata air bisa menghilangkan sumbatan dan hambatan yang bisa membuat air meluap dan menyebabkan banjir dan longsor. 

Beriringan Menyusuri Sungai 




Melengkapi kesempurnaan penjagaan atas mata air, ritual susuk wangan juga disertai acata penanaman kembali pohon di areal hutan yang tidak ditumbuhi pohon-pohon pelindung. Secara prinsip, upacara ini mempunyai dua maksud, yaitu: pertama, memperbaiki daya dukung saluran air sungai dari hulu ke hilir agar bisa mengalir lancar, tidak meluber ke daratan atau menggerus tanah. 


Ritual Bakar Dupa untuk Harmoni dengan Alam


Kedua, menjaga dan memperbaiki daya dukung hutan agar air bisa ditahan lebih lama di dalam tanah, sehinga terjadi keseimbangan ketersediaan air di musim hujam dan musim kemarau. Masyarakat tidak ingin daerahnya banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Ketiga, untuk mempertahankan ingatan dari generasi ke generasi agar masyarakat yang tua maupun muda, bahkan anak-anak tahu manfaat memjaga lingkungan alam, serta bagaimana melakukannya.

Serah Terima Bibit Pohon 

Karena itu, kegiatan susuk wangan dikemas dalam bentuk upacara adat dan ritual, yang disertai dengan adanya acara bersama yang membuat masyarakat saling mengenal. Dari beberapa foto di bawah bisa dilihat air terjun tempat upacara, ritual pembakaran dupa sebelum mulai acara, perjalanan menyusuri wangan, sungai kecil saluran air, upacara serah terima pohon untuk ditanam di daerah hulu atau mata air.

Upacara Selamatan Makan Bersama

Proses upacara adat Susuk Wangan ditutup dengan acara makan bersama yang diikuti oleh semua warga desa yang terlibat. Makan bersama ini dilakukan melalu proses uapacara selamatan, dengan menyantap makanan di atas dayn pisang yang digelar memanjang.