September 28, 2017

Prasasti Kayu Arahyang Desa Boro Purworejo

Agus Wibowo

Prasasti itu bercerita tentang Rakai Wanua Poh Dyah Sala yang telah meresmikan wanua atau desa Kayu Ara Hiyang menjadi sima, yaitu wilayah yang dibebaskan dari pajak karena uang pajaknya dialihkan untuk pembangunan tempat ibadah, jembatan, bendungan, atau tempat umum lain.
Pada prasasti itu juga tertulis nama-nama pejabat kerajaan yang diundang ke upacara penetapan sima dan pasek atau persembahan yang diberikan kepada mereka. Termasuk di antaranya uang emas, yang dalam prasasti ditulis satuannya yaitu ma, dan wdihan, yaitu kain.
Prasasti ini ditemukan di Desa Boro Tengah, Kabupaten Purworejo berangka tahun saka 823 atau 901 masehi. Prasasti terbuat dari batu yang dibentuk segi lima: bagian bawah datar, prasasti melebar ke atas di sisi kiri dan kanan, dan bagian atasnya membentuk limas seperti atap rumah. Naskah ditulis pada seluruh bagian prasasti, baik di bagian depan, belakang, samping kiri dan kanan sampai bagian atas. Saat ini prasasti menjadi koleksi Museum Nasional, yang terletak di Jalan Merdeka Barat, Jakarta.