September 28, 2017

Sri Kameswara, Raja Kediri Menantu Raja Jenggala

Agus Wibowo


Prasasti Sapu Angin
Setelah lama berada dalam kejayaan dan damai di bawah kepemimpinan Raja Jayabhaya, Kerajaan Kediri kembali mengalami perebutan kekuasaan pada tahun 1159. Raja Jayabaya tewas akibat pemberontakan yang dilakukan oleh salah satu putranya yang menduduki Mahamentri Sirikan, Sri Sareswara. Sri Sareswara menjadi Raja Kediri tapi harus menghadapi pemberontakan yang dilakukan oleh adiknya, Sri Ayeswara, yang menjadi Mahamenteri Rakai Hino di masa Jayabhaya berkuasa. Sri Ayeswara berhasil menggulingkan kakaknya dan menjadi Raja Kediri pada tahun 1171. Peristiwa ini dicatat dalam Prasasti Angin pada tahun 1171.
Setelah wafat pada tahun 1181 Sri Ayeswara digantikan oleh putranya Sri Kroncaryadhipa. Perebutan kekuasaan anak cucu Jayabhaya terus berlanjut dimana putra Sri Sareswara yang dikudeta oleh Sri Ayeswara berhasil merebut tampuk kekuasaan Kerajaan Kediri. Dia adalah Kameswara, yang dalam Prasasti Ceker disebut menjadi Raja Kediri tahun 1185 dengan gelar “Triwikramawatara Aniwariwirya Parakrama Digjaya Uttunggadewa”.

Dalam Prasasti Ceker disebutkan bahwa Kameswara mempunyai permaisuri bernama Sasi Kirana, putri Raja Jenggala, Sri Maharaja Girindra. Informasi dari prasasti ini juga menunjukkan bahwa Kerajaan Jenggala yang menjadi bawahan Kerajaan Panjalu di masa pemerintahan Raja Jayabhaya sudah kembali eksis sebagai kerajaan yang setara. Perjodohan antara Raja Kameswara dengan Sri Kirana Putri Raja Jenggala ini juga diabadikan dalam Kisah Panji Smaradaha yang ditulis Mpu Danarja. Dari perkawinan Sri Kameswara dengan Sri Kirana ini lahir seorang putra.
Simbol Raja Kediri Kameswara
Kisah asmara Sri Kameswara ini diabadikan dalam cerita panji Asmaradahana, dengan posisi kerajaan yang dipertukarkan, yaitu: Kameswara sebagai Raja Jenggala sedankan Dewi Sekartaji sebagai putri Raja Kediri.
Ketika Sri Kameswara wafat pada tahun 1194, ia digantikan oleh adiknya Sri Kertajaya. Hal ini membuat persaingan Kerajaan Panjalu dan Jenggala kembali manifest. Sri Maharaja Girindra, Raja Jenggala mulai menyerang istana Kerajaan Panjalu. Berkat jasa Senopati Tunggul Ametung, Sri Kertajaya bisa mengatasi serangan Kerajaan Jenggala bahkan sampai menghancurkan istana Jenggala.

Raja Kameswara merupakan salah satu Raj Kediri yang menjadi legenda yang terkenal dalam kisah Panji Smaradhahana. Selain itu, Kameswara juga terkenal dengan perjalanan spiritualnya, tempat pertapaannya sewaktu muda di Gunung Kawi hingga kini banyak dikunjungi oleh peziarah