October 01, 2017

1045 - Perang Jenggala dan Panjalu Jilid 2

Timeline Monarki Nusantara

Agus Wibowo

Setelah dikalahkan Panjalu di masa Raja Jayabaya informasi tentang Kerajaan Jenggala muncul lagi setalah Sri Kameswara menjadi Raja Panjalu. Dikisahkan bahwa Sri Kameswara menikah dengan Sri Kirana putri Raja Jenggala, Sri Bagianda Maharaja. Pernikahan ini diabadikan dalam Cerita Panji Smaradahana. Dalam cerita ini dikisahkan secara terbalik, bahwa Kameswara yang Raja Panjalu sebagai Raja Jenggala dan Sri Kirana adalah putri Kerajaan Panjalu. Dari pernikahan ini mereka dikaruniahi seorang putra.  Kameswara wafat ketika putranya masih kecil. Kertajaya mengambil alih kekuasaandan menjadi Raja Panjalu. Permaisuri, Sri Kirana tidak terima dengan pegambilalihan tahta Panjalu oleh Kertajaya karena yang lebih berhak adalah putranya. 

Sri Kirana mengadu ke Jenggala dan hal ini memancing peperangan antara Kerajaan Jenggala dan Kerajaan Panjalu. Pasukan Kerajaan Jenggala menyerang ke istana Daha di Kediri sampai Kertajaya mengungsi ke arah Trenggalek. Setelah mendapatkan perlindungan dari masyarakat di wilayah Sendang Sekapat, Kertajaya bisa merebut kembali Istana Daha di Kediri. Kertajaya memberikan anugrah sima perdikan kepada Desa Sendang Sekapat yang dikukuhkan dengan Prasasti Kamulan. Salah satu panglima perangnya, Tunggul Ametung berhasil menyerang ke Istana Jenggala dan menguasai wilayah Jenggala.