October 01, 2017

1222 - Penaklukan Panjalu oleh Pasukan Tumapel

Timeline Monarki Nusantara

Agus Wibowo

Pedang Pusaka di Museum Nasional
Tujuh belas tahun setelah penyerangan oleh Pasukan Panjalu di tahun 1205, Pasukan Tumapel melakukan penyerangan ke Kediri, dipimpin langsung oleh Ken Arok. Menurut Pararaton, Kertajaya sesumbar bahwa tidak akan bisa dikalahkan kecuali oleh Dewa Syiwa. Menanggapi hal ini, para resi Hindu Syiwa kemudian mentahbiskan Ken Arok sebagai perwujudan Dewa Syiwa. Pasukan Tumapel memenangkan peperangan sampai menduduki pusat Kerajaan Panjalu di Kediri. Kertajaya melarikan diri dari Istana Daha dan tidak kembali lagi. Putra Kertajaya, Jayasabha, ditawan oleh Ken Arok diberikan pengampunan dan diangkat menjadi bupati di Gelang-Gelang. Jayasabha mempunyai putra bernama Jayawarsa dan cucu yang bernama Jayakatwang.
Ken Arok menempatkan putranya dari Ken Dedes, Mahisa Wong Ateleng, di Istana Daha di Kediri. Sejak penaklukan Kertajaya oleh Ken Arok, nama Panjalu tidak ditemukan lagi dan lebih sering disebut sebagai wilayah Kediri dengan pusat pemerintahan di Daha.