October 02, 2017

1292 - Perjanjian Sangrama Wijaya dan Aria Wiraraja

Timeline Monarki Nusantara

Agus Wibowo

Sangrama Wijaya sampai dengan selamat di istana Kadipaten Sumenep bersama beberapa pengawalnya, termasuk adik dan putra Aria Wiraraja, yaitu Lembu Sora dan Ranggalawe. Sangrama Wijaya menyampaikan maksudnya untuk meminta perlindungan dan bantuan agar bisa mendapatkan kepercayaan dari Jayakatwang. Aria Wiraraja setuju membantu Sangrama Wijaya untuk merebut kembali kekuasaan Singasari dari Jayakatwang, dengan perjanjian bahwa Aria Wiraraja akan mendapatkan separuh wilayah kerajaan, terutama di bekas wilayah Kerajaan Jenggala. Aria Wiraraja yang sangat dipercaya oleh Jayakatwang bisa meyakinkan bahwa Sangrama Wijaya akan mengabdi kepada Jayakatwang sama setia seperti waktu mengabdi ke Kertanegara. Aria Wiraraja menulis pesan di daun lontar yang diantarkan oleh kurir rahasia.
Setelah mendapatkan jawaban dari Jayakatwang melalui pesan di daun lontar, Sangrama Wijaya berangkat ke Kediri bersama pengawalnya yang adalah adik dan anak Aria Wiraraja. Beberapa bulan mengabdi di Istana Kediri, Sangrama Wijaya makin dipercaya oleh Jayakatwang. Menurut Pararaton, selama di Kediri Sangrama Wijaya melakukan kegiatan mata-mata dan mengidentifikasi pasukan yang masih setia kepada Singasari. Jayakatwang juga setuju dengan usulan Sangrama Wijaya yang disampaikan oleh Aria Wiraraja untuk membuka lahan di Hutan Tarik yang akan digunakan untuk padang berburu. Dengan dukungan pasukan dari Madura, Sangarama Wijaya membuka lahan hutan dan membangun permukiman untuk konsolidasi sisa-sisa pendukung Singasari. Setelah satu tahun Sagrama Wijaya merasa yakin pasukannya dan pasukan Aria-Wiraraja mampu mengalahkan pasukan Jayakatwang.