October 02, 2017

1319 - Pemberontakan Darmaputra Ra Kuti yang Menguasai Istana Majapahit

Timeline Monarki Nusantara

Agus Wibowo

Prasasti Tuhanyaru
Pemberontakan yang dilakukan oleh dua orang Darmaputra kepercayaan Raden Wijaya ini terjadi setelah pendiri Majapahit tersebut wafat dan digantikan oleh putranya Jayanegara. Salah satu penyebabnya adalah karena para Darmaputra ini merasa diperlakukan tidak sebaik pada saat Raden Wijaya berkuasa. Salah satu Darmaputra Ra Kuti mewujudkan ketidaksukaannya terhadap Jayanegara melalui pemberontakan dan menyebarluaskan desas-desus bahwa Raja Jayanegara telah berlaku tidak sopan dan berbuat tidak senonoh kepada istrinya dan perempuan lain di istana. Ra Kuti mendapatkan dukungan cukup besar, bahkan berhasil menguasai Istana Majapahit. Dalam peristiwa ini Patih Majapahit, Mahapatih tewas dibunuh.
Jayanegara berhasil diselamatkan oleh kepala pasukan pengawal raja, Gajahmada, dengan dibawa melarikan diri sampai wilayah Matahun (Bojonegoro) dan sembunyi di Desa Badander. Setelah melakukan penggalangan pejabat dan keluarga raja, Gajahmada bisa mengakhiri Pemberontakan Kuti dan Jayanegara kembali menjadi Raja Majapahit. Atas jasanya menyelamatkan Raja Jayanegara dan menumpas Ra Kuti, Gajahmada diangkat menjadi Patih Daha yang berkedudukan di Kediri. Sebagai Patih di Majapahit menggantikan Dyah Halayudha ditunjuk Aria Tadah.
Setelah istana dijarah habis dalam Pemberontakan Ra Kuti, Jayanegara memutuskan untuk membangun pusat pemerintahan baru di Trowulan. Pembangunan kota baru ini berlangsung selama 4 tahun. Peristiwa ini tertulis di dalam Prasasti Tuhanyaru yang ditemukan di Trowulan.