October 02, 2017

1468 - Perang Dua Majapahit

Timeline Monarki Nusantara

Agus Wibowo

Meskipun dikalahkan oleh pemberontakan Bre Kertabhumi dan terusir dari istana di Trowulan, Singhawikramawardhana berhasil lolos dan sampai ke Istana Daha. Paman Bre Kertabhumi ini tetap mendeklarasikan diri sebagai raja Majapahit yang bertahta di Daha. Dalam periode 1468 sampai 1478 kerajaan Majapahit mempunyai dua Raja, yaitu Bre Kertabhumi (Brawijaya 5) yang berkedudukan di Istana Trowulan dan Singhawikramawardhana (Brawijaya 4) yang berkedudukan di Daha Kediri. Singhawikramawardhana gagal merebut kembali istana Majapahit di Trowulan, bahkan ia gugur dalam perang pada tahun 1474. Tahta Majapahit di Daha diteruskan oleh putranya,  Girindrawardhana yang mengambil gelar Brawijaya 6.

Perang antara dua Majapahit terus berlangsung selama 4 tahun kemudian, dan akhirnya Girindrawardhana memangkan perang saudara ini. Bre Kertabhumi gugur dalam penyerbuan di  istana Trowulan pada tahun 1478. Kerajaan Majapahit berhasil disatukan kembali setelah 10 tahun berperang. Girindrawardhana tetap memerintah Kerajaan Majapahit dari istana Daha di Kediri. Tewasnya Bre Kertabhumi ini ditulis di Pararaton dengan candra sengkala Saka Sunyanora Yuganing Wong (1400 saka) yang di Babat Tanah Jawa disebut dengan candra sengkala Sirna Ilang Kertaning Bhumi (1400 saka) atau 1478 tahun masehi. 
Penanggalan versi Babat Tanah Jawi tersebut kemudian memunculkan tafsir bahwa Kerajaan Majapahit berakhir tahun 1478. Yang terjadi sesungguhnya adalah berakhirnya kekuasaan Bre Kertabhumi dan berakhirnya Istana Trowulan sebagai pusat Kerajaan Majapahit karena dipindahkan ke Istana Daha di Kediri.Tewasnya Bre Kertabhumi membuat putranya, Raden Patah yang menjadi Bupati Demak melakukan pemberontakan terhadap Majapahit.