October 09, 2017

845 - Rakai Pikatan Kalahkan Balaputra Dewa di Istana Boko

Timeline Peristiwa Masa Monarki

Agus Wibowo

Istana Ratu Boko yang Dijadikan Benteng
Persaingan wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra kembali memanas setelah Rakai Pikatan yang berstatus menantu, naik tahta Kerajaan Medang menggantikan Rakai Garung yang merupakan keturunan Wangsa Syailendra. ‌Balaputradewa mengangkat senjata karena sebagai adik Rakai Garung, merasa lebih berhak atas tahta Kerajaan Mataram daripada Rakai Pikatan yang berstatus sebagai menantu. Pertempuran kedua pasukan terjadi di daerah Prambanan, dimana Balaputradewa terdesak dan mencari perlindungan di bukit Boko.

Di bukit Boko Balaputradewa membangun benteng pertahanan di bekas reruntuhan istana Ratu Boko. Meskipun mempunyai benteng yg kokoh di atas bukit, pasukan Rakai Pikatan akhirmya berhasil mengalahkan Balaputradewa dan mengakhir perang saudara yang membuat istana Kerajaan Medang/Mataram dipindah sampai 3 kali. Sebagai rasa syukur kepada dewa, Rakai Pikatan membangun Candi di Prambanan, tiga kilometer arah utara Bukit Boko. Candi ini selesai di tahun 850, seratus tahun setelah Candi Borobudur yang dibangun tahun 750. Rakai Pikatan turun tahta dan mengangkat putranya Rakai Kayuwangi menjadi Raja. Ahli sejarah menyimpulkan bahwa Rakai Kayuwangi adalah raja berdarah campuran, yaitu ibu Pramodawardhani dari wangsa Syailendra dan ayah Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya.

‌Rakai Kayuwangi membuat prasasti batu yang menerangkan pembangunan Candi Prambanan dan menceritakan perang antara Rakai Pikatan dengan Balaputradewa. Prasasti tersebut adalah Prasasti Syiwagrha. Prasasti ini dibangun oleh Rakai Kayuwangi pada tahun 856.