October 06, 2017

Rahasia Perjodohan Politik yang Gagal di Kerajaan Singasari - 1292

Agus Wibowo


Singgasana Istana Raja
Setelah bersaing selama 17 tahun, Ken Arok akhirnya bisa mengalahkan Raja Kediri, Kertajaya, di tahun 1222. Kertajaya melarikan diri dari istana dan tidak kembali, putranya Jayasabha tertangkap oleh pasukan Ken Arok. Bukannya dihukum, Jayasabha malah dijadikan Bupati Gelang-Gelang, arah barat Kediri. Setelah wafat, dia digantikan oleh putranya Jayawarsa kemudian posisi Bupati Gelang-Gelang diwariskan kepada Jayakatwang.
Kebaikan Ken Arok ini dilanjutkan oleh Raja Singasari ke-3, Wisnuwardha. Cucu tiri Ken Arok ini menikahkan putri pertamanya dengan Jayakatwang. Perkawinan politik ini diharapkan bisa melebur dendam masa lalu dan meluaskan kekuatan kekerabatan. Upaya menguatkan tali persaudaraan politik ini dikuatkan oleh raja Singasari ke-5, Sri Kertanegara. Hubungan Kertanegara dengan Jayakatwang yang sudah menjadi saudara ipar, diperkuat lagi dengan menikahkan anak-anak mereka, Putri Sulung Kertanegara dengan putra sulung Jayakatwang yang bernama Aria Ardaraja. Lengkap sudah tali kekerabatan mereka, Jayakatwang yang sudah menjadi kakak ipar, berkembang statusnya sekalian menjadi besan Kertanegara.
Apakah tali kekerabatan betul-betul menjadi kuat dan bisa menghapuskan dendam masa lalu? Kertanegara sangat percaya pada Jayakatwang yang lebih senang menjadi penyair dan tidak kelihatan mengembangkan kemampuan militer.
Tapi kesempatan yang tersedia membuat Jayakatwang lebih memilih hasrat untuk makin berkuasa dan membalaskan dendam nenek moyangnya. Ketika Kerajaan Singasari ditinggalkan sejumlah besar pasukan terbaik untuk Ekspedisi Pamalayu, Jayakatwang diam-diam menyerang istana Singasari dari arah utara dan kemudian dari Selatan. Serangan dadakan di saat pesta ini membuat Ketanegara dan pasukannya tidak bisa melawan. Kertanegara para pejabatnya tewas istana, dan 3 putrinya ditawan di Kediri.
Peristiwa kudeta berdarah oleh Jayakatwang terhadap Kertanegara menunjukkan bahwa konsolidasi politik melalui ikatan perkawinan bisa runtuh dalam sekejab, terutama apabila kesempatan terbuka untuk mengambil kekuasaan. Pelajaran kedua, kekuasaan yang sangat besar yang mudah digunakan untuk menyingkirkan lawan-lawan politik dengan sendiri menumpuk potensi laten dari perlawanan.

Kitab Pararaton menceritakan bahwa kudeta Jayakatwang ini ada campur tangan Aria Wiraraja, Adipati Sumenep. Dikisahkan Jayakatwang melakukan penyerangan ke Istana Singasari atas nasihat Aria Wiraraja. Melalui surat yang dikirim oleh kurirnya, Aria Wiraraja memberikan sarannya bahwa “ini adalah saatnya, karena harimau sedang ompong” dan “penyerangan harus dilakukan secara diam-diam, tanpa suara dan gendering perang, tapa bendera dan bila perlu tanpa seragam pasukan. Jayakatwang yang mengenal sejak masih menjadi kepercayaan Wisnuwardhana, menuruti semua saran Aria WIraraja dan berhasil menggulingkan kekuasaan SIngasari dan membangkitkan Kerajaan Kediri setelah 70 tahun.