October 12, 2017

Prasasti Lokananta dari Gunung Tua Tapanuli

Agus Wibowo

Prasasti Lokananta/Lintang
Mendengar kata lokananta, kebanyakan masyarakat akan membayangkan tentang alat musik. Hal ini karena lokananta memang merupakan alat music kuno yang sudah ada di masa Kerajaan Bahkan Kerajaan Majapahit di abad 14. Langit Kresna Haryadi dalam bukunya Majapahit 2: Bala Sanggrama, menceritakan keindahan alunan music yang dikeluarkan oleh alat berupa gamelan Jawa. Di masa kini, Lokananta lebih dikenal sebagai nama perusahaan rekaman  pertama di Indonesia, yang didirikan di Kota Solo pada tahun 1956.
Tapi prasasti lokananta ini tidak berhubungan langsung dengan music, melainkan prasasti berupa arca terdiri dari 3 orang, yang satu duduk dan dua lainnya berdiri –tapi satu orang yang duduk sudah tidak ada. Prasasti ini dipajang di Museum Nasional, atau lebih dikenal sebagai Museum Gajah. Jika dibandingkan dengan prasasti lain, Prasasti Lokananta ini bentuknya tidak umum sebagaimana prasasti yang berupa tugu baru atau berupa piagam dari lempeng tembaga atau perunggu.
Berdasarkan keterangan yang ada di Museum Nasional, Prasasti Lokananta ditemukan di Gunung Tua, Tapanulis Sumatera Utara,terbuat dari perunggu, yang terdiri dari arca dan umpaknya. Pada bagian umpak ada naska yang ditulis dengan aksara Jawa Kuno dengan Bahasa Melayu Kuno. Dari naskah yang telah diterjemahkan, dijelaskan informasi tentang arca untuk siapa, kapan tahun pembuatan dan siapa pembuatnya, yaitu diibuat untuk Batara Lokananta, pada tahun 961 Saka/1039 Masehi, dan pembuatnya adalah ahli logam yang bernama Surya. Belum ada informasi tentang dipersmbahkan untuk siapa prasasti ini dan untuk keperluan apa.