October 04, 2017

Prasasti Siwagrha - 856, Rahasia Pembangunan Candi Prambanan oleh Rakai Pikatan

Agus Wibowo

Prasasti Syiwagrha 
Awal abad 9 wilayah tengah Pulau Jawa diwarnai oleh konflik dua keluarga atau wangsa yang saling bersaing berebut pengaruh, yaitu Wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra. Setelah Rakai Pikatan berhasil naik tahta Kerajaan Medang setelah mertuanya wafat, keturunan Wangsa Syailendra, Balaputradewa tidak terima dan melakukan perlawanan. Dalam peperangan ini pasukan Rakai Pikatan berhasil mendesak pasukan Balaputra dewa sampai Bukit Boko. Rakai Pikatan bisa mengalahkan Balaputradewa meskipun Bukit Boko mempunyai benteng pertahanan yang kuat.
Prasasti Siwagrha yang berisi peperangan Rakai Pikatan ini dibangun oleh putranya Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala setelah naik tahta menjadi Raja Medang Wangsa Sajaya. Prasasti ini dibuat dalam tugu batu yang isinya ditulisan dalam aksara dan bahasa Jawa Kuno. Dijelaskan dalam prasasti ini tentang seorang raja yang mengundurkan diri, raitu Rakai Pikatan, dan menyerahkan tahtanya kepada putranya, yaitu Rakai Kayuwangi. Prasasti yang dibuat pada tahun 856 masehi ini menceritakan kejayaan Rakai Pikatan dan menceritakan secara detil tentang bangun suci untuk Dewa Syiwa, Yaitu Candi Prambanan yang dibangun oleh Rakai Pikatan.
Diceritakan bahwa Rakai Pikatan membagun Candi Prambanan setelah mengalahkan Balaputradewa. Candi Prambanan yang terletak 3 kilomenter arah utara situs Ratu Boko ini, menurut para ahli sejarah, dijadikan symbol kebangkitan Kerajaan Mataram yang tercerai-berai akibat persaingan dan peperangan dengan Wangsa Syailendra, bahkan sampai memindahkan ibukota kerajaan sebanyak 3 kali. Candi Prambanan bercorak agama Hindu Syiwa yang dibangun pada tahun 850 masehi ini menyaingi kemegahan Candi Borobudur sebagai bangunan suci Agama Budha yang dibangun oleh Wangsa Syailendra pada tahun 750 masehi.