November 07, 2017

Hari Jadi Kabupaten Tuban dan Kepahlawanan Ranggalawe

Agus Wibowo

Tuban sudah dikenal sebagai daerah pelabuhan sejak masa Kerajaan Singasari, tapi Pemerintah Kabupaten Tuban menetapkan tanggal 12 Agustus 1293 sebagai hari jadi Kabupaten Tuban. Mengapa tanggal tersebut yang dipilih?

Dalam sejarah kejatuhan Kerajaan Singasari di tahun 1292 sampai berdirinya Kerajaan Majapahit pada 10 November 1293, Ranggalawe menunjukkan pengabdian dan kesetiaannya kepada Raden Wijaya. Ketika Raden Wijaya diperintah oleh Kertanegara untuk menumpas kerusuhan di utara Singasari Ranggalawe yang mengawal. Ketika Raden Wijaya berusaha membebaskan putri-putri Kertanegara yang ditawan oleh pasukan Jayakatwang, Ranggalawe juga yang ikut mengamuk. Ranggalawe juga yang mengusulkan Raden Wijaya pergi ke Sumenep untuk meminta perlindungan pada ayahnya, Aria Wiraraja.

Pendek kata jasa Ranggalawe sangat banyak bagi Raden Wijaya dan bagi berdirinya Kerajaan Majapahit. Dia kemudian menjadi pelaku utama dalam penaklukan Jayakatwang di Kediri dan, bersama Sora, ia menjadi yang terdepan dalam pengusiran pasukan Mongol. Sangatlah tepat ketika Raden Wijaya mengangkat Ranggalawe sebagai Adipati Tuban, salah satu kota pelabuhan besar di jaman Majapahit. Dua hari setelah deklarasi Kerajaan Majapahit, pada 12 November 1293 Ranggalawe dilantik menjadi Adipati Tuban.
Tapi nasib baik Ranggalawe berakhir dua tahun kemudian. Sikapnya yang tidak setuju Raden Wijaya mengangkat Nambi sebagai Patih Majapahit awal titik balik peruntungannya. Nambi yang ikut dalam Pasukan Ekspedisi Pamalayu memang tidak terlibat dalam perjuangan Raden Wijaya menyelamatkan diri, membuka hutan Tarik, menaklukkan Jayakatwang dan mengusir pasukan Mongol yang perkasa. Keberanian Ranggalawe menyampaikan sikapnya yang berbeda dengan sikap raja, membuatnya harus berhadapan teman dan saudara sendiri dalam pasukan Majapahit.
Setelah beredar desas desus dari dua arah tentang gerakan pemberontakan Ranggalawe bersamaan dengan kabar penumpasan oleh pasukan Majapahit, perang pun akhirnya benar-benar terjadi. Kedua pasukan bertempur di Kali Tambak Beras Gresik. Pasukan Tuban ditaklukkan dan Ranggalawe terbunuh oleh Mahisa Anabrang, panglima pasukan Ekspedisi Pamalayu.
Dalam sejarah Ranggalawe tercatat sebagai pemberontak, bahkan menjadi pemberontakan pertama bagi kerajaan Majapahit yang beru dua tahun berdiri. Meskipun begitu, bagi pengikutnya, Ranggalawe adalah pahlawan, perwira pemberani, jujur dan konsekuen. Para pengikutnya  bahkan mengabadikan Ranggalawe dan jasa-jasanya dalam Kidung Ranggalawe. Bagi pengikutnya kesalahan Ranggalawe hanya kecil, yaitu mempertanyakan keputusan raja, terlalu kecil bagi jasa-jasanya yang besar bagi Majapahit.

Tidak hanya oleh pengikutnya di jaman Majapahit, jasa dan kepahlawanan Ranggalawe juga diakui oleh masyarakat Tuban di masa kini. Pada tahun 1986, Pemerintah Kabupaten Tuban menetapkan hari jadi Kabupaten Tuban pada 12 Agustus 1293, dua hari setelah proklamasi Kerajaan Majapahit. Tanggal tersebut adalah moment pengangkatan Ranggalawe menjadi Adipati Tuban. Sebenarnya, Wilayah Tuban sudah ada sebelum Ranggalawe diangkat menjadi Adipati, tapi moment ini dipilih karena dua hal. Pertama karena pelantikan Ranggalawe dinilai sebagai saat dimana wilayah Tuban mulai berstatus setara kabupaten dan kedua, karena masyarakat sangat menghargai jasa-jasa dan kepahlawanan Ranggalawe.***