November 09, 2017

Prasasti Sojomerto dan Eksistensi Wangsa Syailendra di Jawa

Agus Wibowo

Salah satu prasasti paling tua yang ditemukan di daerah Jawa Tengah adalah prasasti baru yang ditemukan di Kabupaten Batang, yaitu prasasti yang berangka tahun 602 saka atau 680 masehi, yang dikenal sebagai Prasasti Sojomerto. Dinamakan demikian karena prasasti ditemukan di Desa Sojomerto, Kecamatan Reban, Kabupaten Jawa Tengah. Bisa dikatakan ini merupakan prasasti tertua yang ditemukan di Jawa Tengah. Prasasti dalam lempeng batu ini memiliki lebar 43 cm, tinggi 78 cm dan tebal 7 cm. Naskah yang dipahat di batu ditulis dalam aksara Jawa Kuno sepanjang 11 baris, tapi dalam bahasa Melayu Kuno.

Prasasti diawali dengan sembah dan puja kepada para dewa, terutama Dewa Siwa, kemudian dilanjutkan dengan identitas yang membuat prasasti, yaitu Dapunta Syailendra. Ada tiga orang lain yang disebut oleh Dapunta Syailendra, yaitu ayahnya yang bernama Santanu, ibunya bernama Bhadrawati dan istrinya bernama Sampula.


Beberapa ahli sejarah, salah satunya Profesor Buchori, menyimpulkan bahwa Dapunta Syailendra merupakan tokoh atau raja yang menurunkan raja-raja Mataram di Jawa Tengah yang membangun Candi Borobudur pada tahun 750 masehi. Prasati Sojomerto yang berbahasa Melayu merupakan sedikit dari kebanyakan prasasti yang di Pulau Jawa yang kebanyakan ditulis dalam bahasa Jawa Kuna atau Bahasa Sanskerta. Meskipun begitu nama Syailendra disebutkan di beberapa prasasti lain yang berbahasa Sansekerta di tahun-tahun kemudian. Beberapa diantaranya: Prasasti Ligor tahun 775, Prasasti Kalasan tahun 778, Prasasti Kelurak tahun 782, Prasasti Abhayagiriwihara tahun 792 dan Prasasti Kayumwungan tahun 824.

Selain memiliki keterkaitan dengan prasasti yang ditemukan di Jawa Tengah, gelar Dapunta Syailendra juga disebut di dalam prasasti yang ditemukan di Pulau Sumatera, salah satunya adalah Prasasti Kedukan Bukit yang berisi tentang eksistensi Kerajaan Sriwijaya. Prasasti Sojomerto dan Prasasti Kedukan Bukit juga memiliki kesamaan lain, yaitu sama-sama ditulis dalam bahasa Melayu Kuno.


Sebagai bukti sejarah, Prasasti Sojomerto termasuk prasasti in situ, dalam arti terletak di tempat semula sejak dibangun, yaitu di Desa Sojomerto. Saat ini lokasi di sekitar prasasti telah menjadi permukiman penduduk, bahkan prasasti ada di halaman pekarangan rumah warga. Pemerintah sudah menunjukkan kepedulian dengan melakukan upaya perawatan, diantaranya dengan memberikan pagar di sekeliling prasasti serta atap yang memayungi prasasti dari terik matahari dan hujan.