February 27, 2018

Prasasti Canggal, Tunjukkan Eksistensi Wangsa Sanjaya di Kerajaan Medang


Agus Wibowo

Prasasti Canggal - Prasasti Sanjaya
Salah satu prasasti batu yang paling tua di Jawa Tengah adalah Prasasti Canggal. Prasasti ini berangka tahun 654 Saka atau 732 Masehi, atau kurang lebih 50 tahun setelah Prasasti Sojomerto yang ditemukan di Kabupaten Batang. Prasasti Canggal juga dikenal sebagai Prasasti Gunung Wukir, karena ditemukan di pelataran Candi Gunung Wukir di Desa Kadiluwih, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang. Selain itu prasasti ini juga dikenal sebagai Prasasti Sanjaya karena berisi tentang Sanjaya yang memerintahkan menulis prasasti.

Prasasti Canggal punya kemiripan struktur informasi dengan Prasasti Sojomerto, dimana pembuat prasasti menjelaskan asal usulnya. Perbedaannya, Prasasti Sojomerto ditulis dalam Bahasa Melayu Kuno, sedangkan Prasasti Canggal ditulis dalam Bahasa Sanskerta yang diukir dalam huruf Palawa. Dari transliterasi dan terjemahan yang dilakukan oleh beberapa sejarah, salah satunya Profesor Slamet Mulyana, prasasti terdiri dari 12 bait, yang isinya sebagai berikut:


-         Bait 1 tentang pembangunan lingga oleh Raja Sanja di atas gunung.
-         Bait 2 sampai 6 berisi berisi puja puji kepada para dewa, terutama Dewa Siwa, Dewa Brahma dan Dewa Wisnu.
-        Bait ke -7 tentang Pulau Jawa yang sangat makmur, banyak tambang emas, dan banyak menghasilkan padi. Di Pulau ini didirikan candi Siwa demi kebahagiaan penduduk, yang dikerjakan dengan bantuan penduduk.
-        Bait 8 dan 9 menceritakan bahwa Pulau Jawa dipimpin oleh Raja Sanna yang sangat bijaksana, adil dalam tindakan, perwira dalam perang dan bermurah hati kepada rakyat. Ketika raja wafat rakyat berkabung.
-        Bait 10 dan 11 menjelaskan tentang pengganti raja, yaitu putra Sanna yang bernama Sanjaya. Kekuasaan tidak langsung diberikan kepada Sanjaya melainkan ibu Sanjaya yang merupakan kakak perempuan Sanna, yaitu Sannaha.
-        Bait 12 menceritakan tentang kesejahteraan, keamanan dan ketenteraman Negara, bahkan rakyat dapat tidur di tengah jalan tanpa takut pencuri dan penyamun, dan rakyat hidup serba senang.

Dari bait 10 dan 11 diketahui bahwa kerajaan yang dipimpin oleh Sanjaya sudah lama ada sebelum dibangun Prasasti Canggal pada tahun 732. Raja sebelum Sanjaya di Kerajaan Mataram adalah Sanna, yang merupakan paman Sanjaya. Sepeninggal Raja Sanna, tampuk pemerintahan dipegang oleh Sannaha, kakak perempuan Raja Sanna, kemudia diberikan kepada Sanjaya setelah dewasa.
Selain dari Prasasti Canggal, eksistensi Sanjaya juga disebutkan oleh sumber sejarah lain, dua diantaranya adalah Kidung Carita Parahyangan dan Prasasti Mantyasih. Naskah Carita Parahyangan yang diterjemahkan oleh Ace menceritakan masa sebelum Sanjaya mendirikan Kerajaan Medang, sedangkan Prasasti Mantyasih dibangun atas perintah Raja Medang Rakai Watukura Dyah Balitung pada tahun 907 Prasasti Mantyasih menempatkan Sanjaya sebagai raja pertama Medang di bumi Mataram, sedangkan Dyah Balitung merupakan raja ke-9. Prasasti Canggal dan Prasasti Mantyasih yang sama-sama menempatkan Sanjaya dalam posisi penting, kemudian melahirkan teori tentang eksistensi Wangsa Sanjaya yang bergantian dengan keturunan Wangsa Syailendra dalam memimpin Kerajaan Medang.