May 30, 2018

Prasasti Kayumwungan dan Candi Borobudur


Agus Wibowo

Prasasti Kayumwungan b
Prasasti Kayumwungan adalah sebuah naskah yang ditatah dalam lempeng batu yang terbelah menjadi 5 bagian. Prasasti ini ditemukan di Dusun Karang Tengah Kabupaten Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan lokasi penemuan, prasasti ini juga disebut sebagai Prasasti Karang Tengah. Lima frakmen prasasti sempat didata dan ditandai dengan potongan atau frakgmen a, b, c, d dan e. Saat ini bagian prasasti yang masih ada adalah fragmen b dan e, sedangkan fragmen a, c dan d tidak diketahui ada di mana. Meskipun begitu fragmen c sempat dipelajari oleh J.G. de Casparis. 
Naskah yang ditatah dalam batu yang dipotong pipih ini menggunakan aksara Jawa Kuno dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Sanskerta dan Bahasa Jawa Kuno. Bahasa Sanskerta digunakan pada baris 1 sampai dengan baris ke 24 sedangkan setengah baris sisanya menggunakan Bahasa Jawa Kuno. Pesan dalam 2 bahasa ini masing-masing memiliki angka tahun yang sama, yaitu 746 saka atau 824 masehi.

Di naskah yang berbahasa Sanskerta menjelaskan tentang raja yang bernama Samarotungga yang memiliki seorang putri bernama Pramodawardhani, mendirikan bangunan suci Jinalaya serta bangunan Wenuwana. Bangunan suci ini dimaksudkan untuk menempatkan abu jenasah “raja mega” sebutan untuk Dewa Indra, sebutan kehormatan untuk Raja Dharanindra, dari keluarga Syailendra, pendahulu Samarotungga.

Prasasti Kayumwungan e
Pada naskah yang berbahasa Jawa Kuno disebutkan tentang peresmian tanah sawah di Kayumwungan menjadi sima atau tanah perdikan oleh Rakai Patapan Mpu Palar. Peristiwa ini dicatat terjadi pada tanggal 10 Kresnapaksa bulan Jyesta tahun 746 Saka/824 Masehi.
Para ahli sepakat bahwa yang dimaksud dengan bangunan suci Jinalaya adalah Candi Borobudur, tapi berbeda pendepat tentang bangunan Wenuwana, yang dalam Bahasa Sanskerta berarti “hutan bambu”. J.G. de Casparis mengaitkan bangunan Wenuwana dengan Candi Mendut sedangkan Soekmono mengaitkan Candi Ngawen berdasarkan adanya percamaan bunyi nama. Candi Mendut dan Candi Ngawen secara geografis letaknya relatif berdekatan dengan Candi Borobudur.