May 08, 2018

Prasasti Tangkilan, Batu Bertulis yang Dikeramatkan Penduduk


Agus Wibowo

Prasasti Tangkilan
Prasasti ini dinamakan sebagai Prasasti Tangkilan berdasarkan tempat ditemukannya, yaitu Dukuh Tangkilan, Desa Padangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Prasasti ini juga punya dua nama lain berdasarkan desa lokasi yaitu Desa Padangan dan berdasarkan nama tokoh yang menemukannya, yaitu Mbah Gilang. Prasasti Tangkilan berangka tahun 1052 saka atau 1130 masehi, dibuat oleh Çri Mahārāja Çri Bāmeçwara Sakalabuaņatuşţikāraņa Sarwwāniwāryyawiryya Parakrama Digjayottunggadewa, yang dikenal sebagai Sri Bameswara.
Berdasarkan laporan J. Knebel, Prasasti Tangkilan ditemukan pada tahun 1908. Ketika ditemukan prasasti ini ada di lahan tegalan, tapi kini berada di tengah permukiman. Berasama prasasti ditemukan benda-benda  peninggalan bersejarah, diantaranya beberapa arca yang hilang dan juga sumur  tua.

Tulisan dalam prasasti batu ini sudah banyak yang tipis dan sulit dibaca. Tulisan yang bisa dibaca dengan jelas adalah bagian angka tahun dan nama raja yang membuatnya. Masyarakat memperlakukan prasasti ini sebagai obyek benda keramat, tapi prasasti tidak diberikan perlindungan dari terik matahari dan hujan yang membuat aus dan bisa menghilangkan naskah pesan yang tertatah di batu.

Sumber
• Knebel, J. 1910. Beschrijving van de Hindoe-oudheden in de Afdeling Kediri (Residentie Kediri).
• Wibowo, B.S. 2001. Prasasti-Prasasti di Jawa Timur. Mojokerto: BP3 Trowulan