June 06, 2020

Petirtaan Jolotundo dan Air Suci Amerta

Agus Wibowo

Petirtaan Jolotundo terletak di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Situs ini terletak di lereng barat Gunung Penanggungan pada ketinggian 525 mdpl, yang secara geografis berada dititik koordinat  7046’39” LS dan 112040’57” BT. Petirtaan ini dipugar pada tahun anggaran 1991/1992 sampai dengan 1993/1994 melalui proyek Pemanfaatan Peninggalan Sejarah dan Purbakala Jawa Timur.
Penelitian Candi Jolotundo telah dilakukan oleh beberapa ahli, antara lain Wardenaar pada tahun 1815 dengan melakukan penggalian dan menemukan peripih batu di tengah-tengah kolam yang berisi abu dan potongan emas dengan tulisan yang menyebut Dewa Isana dan Agni. Pada tahun 1838, Domais menemukan arca naga dan garuda di sudut kolam induk. Pada tahun 1840, beberapa ahli seperti Sieburgh, Yunhung, van Hoevel dan Brumund datang dan mendeskripsikan temuan yang ada. Pada tahun 1937, Stutterheim menemukan dan meneliti sebuah pancuran batu yang berbentuk silinder yang dianggap sebagai bagian puncak teras Jolotundo. Selain itu, Bosch meneliti arsitektur, seni hias dan relief Jolotundo. Pada tahun 1987, Soekartiningsih, seorang mahasiswi Arkeologi UGM membahas tentang pendiri dan fungsi petirtaan Jolotundo dalam skripsinya. Berdasarkan hasil penelitiannya, dapat disusun aspek arkeologis dan kesejarahan, serta fungsi Jolotundo.